"Saya intensif ketemu waktu saya pas di pemerintahan. Saya datang diberi pandangan, kebijakan. Dia langsung sms apa yang baik apa yang dikoreksi," ujar JK.
Hal ini disampaikan JK seusai menerima gelar doktor honoris causa di Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (7/9/2011).
Sebagai seorang pejabat kata JK, Moerdiono merupakan sosok yang disiplin. "Moerdiono seorang birokrat, pejabat negara yang disiplin, pekerja luar biasa sangat teliti. Bidangnya selalu sekretaris setneg, sekab. Karena itu tidak menonjol tapi berbuat banyak," jelasnya.
Moerdiono tutup usia di usia 77 tahun di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura. Selama 17 bulan Moerdiono berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Jenazah akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) pukul 15.00 WIB.
Pensiunan Letnan Jenderal ini, lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, tanggal 19 Agustus 1934. Sejak awal, Moerdiono memang merintis karir di Sekretariat Negara. Dia menjabat sebagai Mensesneg pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Mensesneg Kabinet Pembangunan VI (1993-1998). Menggantikan Sudharmono, mentor sekaligus atasannya sejak di militer.
Moerdiono pernah mengenyam pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Malang tahun 1957 dan Lembaga Administrasi Negara tahun 1967.
(did/gah)











































