Keluarga Sandera Filipina Memohon Arroyo Tarik Pasukan
Jumat, 09 Jul 2004 14:01 WIB
Jakarta - Keluarga pekerja Filipina yang disandera di Irak menyampaikan permohononan emosional kepada Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Mereka meminta Arroyo untuk memenuhi tuntutan penculik agar menarik pasukan Filipina dari Irak."Kami mohon mundur, supaya dia bisa selamat bersama kami," tukas Ulyses de la Cruz dengan suara bergetar pada sebuah wawancara televisi. Anak laki-laki berusia 15 tahun itu adalah putra sandera Filipina."Saya mohon kepada presiden kami, Ibu Gloria, mohon bantu kami. Hal yang mereka minta, biarlah pemerintah kita memberikan keputusan segera," ujar remaja tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/7/2004).Presiden Arroyo menyatakan bahwa dirinya tengah melakukan segala hal yang mungkin untuk memastikan pembebasan pekerja Filipina yang disandera kelompok bersenjata di Irak. Sandera tersebut diidentifikasi sebagai Angelo de la Cruz (46), seorang supir truk. Namun Arroyo mengesampingkan tuntutan penculik agar pemerintah Filipina menarik pasukannya dari Irak.Saudara laki-laki sandera tersebut juga meminta Arroyo untuk menyerah pada tuntutan penculik dan menarik 51 tentara dan polisi Filipina yang berada di Irak. "Kami tahu ini situasi yang sulit namun kami meminta bantuan presiden," tutur Jessie de la Cruz. Gerilyawan Irak yang menyandera warga Filipina itu mengancam akan memenggal sandera tersebut jika pasukan Filipina tidak ditarik mundur hingga Minggu (11/7/2004) lusa.Sebelumnya Arroyo telah mengumumkan larangan bagi semua warga Filipina bepergian ke Irak menyusul peristiwa penculikan tersebut. Lebih dari 3 ribu warga negara Filipina berada di Irak, mereka bekerja untuk kontraktor-kontraktor sipil.
(ita/)











































