Puteh Tak Kunjung Penuhi Panggilan KPK
Jumat, 09 Jul 2004 12:10 WIB
Jakarta - Gubernur NAD Abdullah Puteh dijadwalkan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini sebagai tersangka kasus pembelian helikopter MI 2. Namun hingga siang ini, Puteh tak kunjung datang."Kami masih menunggu. Tapi hingga kini dia belum datang juga. Karena itu kami menunggu sampai salat Jumat nanti," kata Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas di kantornya jalan Veteran Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2004).Ditanya soal upaya pemanggilan paksa, Erry kebanyakan berkilah. "Ya, kita masih menunggu, siapa tahu dia datang. Kami akan menggunakan kewenangan kami secara proporsional," katanya tanpa bersedia merinci.Dia juga menegaskan pihaknya bisa memerintahkan penonaktifan Puteh kepada atasannya. Tapi sampai saat ini belum dilakukan.Kapan akan dilakukan? "Ya kita masih menunggu siang ini. Kita belum memutuskan," elaknya.Mengenai alasan penolakan hadirnya Puteh lantaran belum menerima surat pemanggilan, menurut Erry, itu hanya salah komunikasi. Sebab pihaknya sudah mengirimkan panggilan, baik melalui faks maupun secara langsung.Pengacara Puteh menilai pemanggilan melalui faks tidak sesuai aturan? "Ya kita juga melakukan pemanggilan melalui surat," tukasnya.Ditanya apakah Puteh bersikap tidak kooperatif, mengingat sudah beberapa kali tidak memenuhi panggilan, Erry kembali mengelak. "Ya, kita masih menunggu lah nanti usai salat Jumat," katanya kalem.
(sss/)











































