Aksi diawali dari Bundaran Videotron, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (5/10/2011). Kemudian dilanjutkan ke kantor DPRD yang letaknya hanya sekitar 100 meter dari lokasi awal.
Penjagaan di pintu gerbang kantor DPRD, tidak terlalu ketat. Hanya ada beberapa polisi, sehingga mahasiswa masuk ke kompleks kantor wakil rakyat itu dengan leluasa. Mereka berorasi bergantian di teras kantor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden harus turun tangan, karena kasus ini melibatkan institusi dan banyak pihak," kata seorang orator.
Puas berorasi, mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi ke anggota DPRD. Sayang, meski ditunggu beberapa saat, keinginan itu tak direspon. Tak satu pun anggota DPRD yang bersedia menemui mahasiswa. Lantas, mahasiswa memaksa masuk dan terlibat aksi dorong dengan polisi.
Kericuhan terjadi saat beberapa mahasiswa terjatuh akibat dorongan itu. Untuk mengendalikan situasi, polisi meminta mahasiswa mundur. Beberapa saat kemudian, mahasiswa akhirnya keluar dari kantor tersebut, tapi tak langsung membubarkan diri. Mereka masih sempat meneriakkan yel-yel dan berjanji akan kembali menggelar aksi serupa.
(try/fay)










































