Kapolri: Belum Ada Perkembangan Baru Kasus Bom Solo

Kapolri: Belum Ada Perkembangan Baru Kasus Bom Solo

- detikNews
Senin, 03 Okt 2011 13:03 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengaku belum ada perkembangan baru terkait peledakan bom di depan Gereja di Solo Minggu lalu.

"Semua masih silent yah. setelah proses identifikasi kita tunggu perkembangannya ya," kata Kapolri di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (3/10/2011).

Kapolri memaparkan, hasil sementara kasus bom Solo terkait dengan bom di Cirebon. "Ini kan kaitan dengan bom Cirebon. DPO sudah kita sampaikan ke masyarakat. Hasil terbaru sampai sekarang masih belum," terang Kapolri.

Mabes Polri menyelidiki pelaku lain dalam peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo, Jawa Tengah. Sejauh ini Polri sudah memeriksa 37 saksi.

"Kasus bom bunuh diri Solo, penyidik telah melakukan pemeriksaan 37 saksi," ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (30/9) lalu.

Anton mengatakan para saksi yang sudah diperiksa diantaranya dari keluarga korban dan warga sekitar yang ada di tempat kejadian. Polisi juga masih mendalami barang bukti yang ada kaitannya dengan pelaku bom, termasuk jenis bomnya.

Polisi, lanjut Anton, juga masih mendalami informasi mengenai pelaku yang menggunakan kereta api dari Cirebon ke Solo. Anton membantah jika dikatakan ada kelalian polisi karena informasi intelijen lemah.

Daftar Pencarian Orang (DPO) bertambah dari empat orang menjadi enam orang. Namun Anton tidak menjelaskan secara detil inisial dan peran DPO tersebut. "Kemarin ada empat, sekarang tambah dua," jelasnya.

Mengenai instruksi presiden yang mengatakan harus ada investigasi internal di kepolisian, Anton mengatakan pihaknya sudah melaksanakan instruksi tersebut.

"Ini semua masih dilakukan pemeriksaan internal, diurut satu satu," kata mantan Kapolda Jatim ini.

Ahmad Yosepa alias Hayat meledakkan diri dengan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo. Hayat tewas seketika dengan luka parah di bagian perut. Yosepa telah dimakamkan di Pondok Rangon, Jakarta. Polri menyebut Hayat sebagai anggota JAT Cirebon. Namun, pihak JAT telah membantah Ahmad Yosepa anggotanya.

(anw/gun)


Berita Terkait