"Pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta terus kita tingkatkan sebagai antisipasi adanya ledakan bom di Solo ini," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Reinhard Silitonga saat dihubungi wartawan, Senin (26/9/2011).
Reinhard mengatakan, sebanyak 100 personel polisi disiagakan di lokasi untuk memberikan pengamanan. Pengamanan dilakukan oleh petugas yang berseragam resmi maupun yang tidak berseragam atau pakaian preman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan rutin dilakukan oleh petugas sekuriti internal dari PT Angkasa Pura II dengan menggunakan X-ray," kata dia.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II dalam pengamanan ini.
"Kita koordinasikan kepada AP II agar segera melaporkan ke kepolisian bila ditemukan barang-barang mencurigakan entah itu narkoba, senjata api, senjata tajam maupun barang berbahaya lainnya," jelas dia.
Petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta juga didukung oleh petugas Brimob Polda Metro Jaya yang dilengkapi senjata api lengkap. Petugas Brimob akan mengawasi aktivitas penumpang di bandara.
"Bandara juga dilengkapi dengan CCTV yang dapat mendukung pengamanan," tutupnya.
Polda Metro Jaya menetapkan status siaga I bagi jajaran anggotanya menyusul ledakan bom di GBIS, Solo, Jawa Tengah. Dalam ledakan bom yang terjadi pada Minggu (25/9) pagi kemarin, dua orang tewas termasuk pelaku bom bunuh diri, sementara 28 lainnya yang merupakan jemaat gereja mengalami luka-luka.
(mei/gun)











































