Kapolres Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP), AKBP Asep Safrudin, mengerahkan dua pertiga kekuatan untuk mengamankan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Untuk antisipasi, kita tingkatkan kewaspadaan di objek-objek vital seperti Pelabuhan Tanjung Priok dengan melibatkan 300 personel atau 2/3 dari kekuatan Polres KPPP," kata Asep saat dihubungi wartawan, Senin (26/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, seluruh personel dilibatkan untuk memberikan pengamanan di Pelabuhan Tanjung Priok dengan cara bertindak pengaman terbuka dan tertutup dengan melibatkan anggota berseragam dinas dan petugas berpakaian preman.
"Pemeriksaan terhadap penumpang terus dilakukan sebagai rangkaian dari pengamanan keributan di Ambon sebelumnya itu tetap kita lakukan. Pemeriksaan penumpang kita lakukan dengan detector dan manual," kata dia.
Dalam sehari, dua sampai tiga kapal yang berangkat maupun berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok hilir-mudik. "Sejauh ini belum ditemukan adanya gangguan keamanan terhadap penumpang kapal," ujar dia.
Polres KPPP juga didukung oleh anggota Brimob Polda Metro Jaya untuk pengamanan di kawasan pelabuhan. Satu kompi Brimob yang bersenjata api laras panjang dan Satuan K-9 (anjing pelacak) juga disiagakan.
"Pengamanannya tidak hanya di pelabuhan tetapi juga di PLTU yang menjadi objek vital," kata Asep.
(mei/aan)










































