Wartawan Laporkan Al Zaytun ke Polres Indramayu

Wartawan Laporkan Al Zaytun ke Polres Indramayu

- detikNews
Rabu, 07 Jul 2004 18:45 WIB
Bandung - Belasan wartawan yang terusir dari pondok pesantren (Ponpes) Ma'had Al Zaytun mengadukan peristiwa itu ke Polres Indramayu, Jawa Barat.Laporan para wartawan diterima Ipda Sobirin, tercatat dalam penerimaan laporan LP/224/VII/2004/SPK, Rabu (7/7/2004).Wartawan mengadukan kasus itu sebagai perbuatan tidak menyenangkan dan menghalang-halangi tugas jurnalistik yang diatur oleh UU Pers.Sekitar 13 wartawan yang menjadi saksi korban dalam peristiwa itu akan dimintai keterangannya malam ini untuk dijadikan berita acara pemeriksaan (BAP). Mereka berharap agar aparat bisa menindaklanjuti laporan tersebut."Perlakuan yang diterima para wartawan di Al Zaytun di luar dugaan. Sebab wartawan sudah datang baik-baik, mengikuti prosedur dan aturan yang sudah ditetapkan. Tapi tiba-tiba pengurus ponpes marah-marah dan mengeluarkan kata-kata keras," tutur juru bicara wartawan Hendra dari Pikiran Rakyat.Dalam pandangan Hendra, kejadian itu merupakan tindakan menghalang-halangi profesi jurnalistik. "Beda halnya jika kami datang ke sana dengan cara tidak baik-baik dan tidak punya identitas wartawan. Tapi ini kita semua datang secara baik-baik. Sebetulnya sudah ada konfirmasi Syaikh Panji Gumilar (pimpinan Al Zaytun) akan menerima kami. Tapi sikap arogan dari salah seorang pengurus ponpes itu betul-betul tidak menyenangkan," paparnya.Ceritanya, wartawan mendatangi Ponpes Al Zaytun untuk meminta klarifikasi terkait penggelembungan suara, pendirian PPS khusus dan TPS liar pada saat Pilpres. Bahkan ada indikasi serupa saat Pemilu legislatif. Informasi itu diperoleh dari keterangan Panwas Pemilu dan Panwas Pemilu Jawa Barat.Sesampainya di Al Zaytun, wartawan diminta memenuhi prosedur dan persyaratan oleh petugas protokoler Yayasan Pesantren Indonesia yang mengelola Al Zaytun bernama Abdul Halim. Antara lain kartu pers, SIM dan KTP. Kemudian tanda pengenal milik wartawan difotokopi.Merasa janggal dengan aturan itu, wartawan pun berseloroh, "Seperti masuk ke Istana Negara saja", sambil tetap mengikuti prosedur tersebut. Ternyata Abdul Halim marah. "Terserah kami dong, ini rumah kami. Kalau tidak suka keluar," teriaknya sambil menggebrak meja. (sss/)


Berita Terkait