"Soal tudingan Nazaruddin itu sama sekali tidak benar. Saya yang mengenalkan mereka," ujar Saan kepada detikcom, Jumat (23/9/2011).
Menurut Saan, dirinya memang pernah mengenalkan Chandra kepada Anas Urbaningrum dan Nazaruddin. Namun pertemuan tersebut dilakukan sebelum ketiganya menjadi anggota DPR.
"Setelah jadi anggota DPR, saya tidak pernah ketemu, telpon maupun BBM an. Saya tidak mau membebani teman, karena sekarang Chandra adalah pimpinan KPK," terangnya.
Sebelumnya, terdakwa kasus suap wisma atlet M Nazaruddin 'memuntahkan' peluru pada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah, sejak Nazar dalam pelarian sebelum ditangkap. Chandra pun hari ini menangkis semua tudingan Nazar dan menyatakan perjalanan memberantas korupsi masih panjang.
Chandra selama ini 'diserang' Nazaruddin dengan berbagai isu. Nazaruddin, mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat yang kini menjadi tersangka kasus suap di proyek Wisma Atlet di Kemenpora itu mengaku bertemu Chandra lima kali. Salah satunya, Nazaruddin mengaku bertemu Chandra di kantor KPK.
Nazaruddin juga menuding bahwa antara dia dengan Chandra membicarakan kasus-kasus hukum. Bahkan, Nazaruddin menuding Chandra menerima uang. Namun, tudingan-tudingan itu tak berbukti. Pihak Nazaruddin dan pengacaranya, OC Kaligis dkk mengaku memiliki bukti CCTV tentang hal itu, namun diakuinya bahwa bukti CCTV itu hilang.
"Tudingannya tidak benar dan sudah mengarah ke fitnah," kata Chandra saat menggelar jumpa pers di auditorium KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (23/9).
(her/her)











































