Anggota Badan Anggaran Wa Ode Nurhayati merasa bukan nama yang 'ditembak' Pimpinan DPR dalam pernyataan pers yang menyatakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 21 transaksi mencurigakan. Menurut Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, 21 transaksi itu milik seorang anggota Banggar.
"Saya tidak merasa 21 transaksi itu milik saya. Bisa saja milik pimpinan Banggar yang disebut dalam kasus Nazaruddin dan juga kasus Kemenakertrans," kata Nurhayati kepada Jurnalparlemen.com, Minggu (18/9), saat dimintai komentar mengenai pernyataan Priyo.
Transaksi yang begitu banyak, kata Nurhayati, hanya mungkin dimiliki oleh aktor intelektual di Banggar yang memiliki kuasa untuk menerobos sistem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, menyatakan bahwa sangat kaget atas temuan PPATK yang menemukan 21 transaksi mencurigakan yang melibatkan anggota Banggar.
"Terus terang, saya kaget atas temuan PPATK tersebut," kata Priyo, Jumat (16/9).
Menurut dia, pada rapat pimpinan DPR RI, Kamis (15/9) sore, membahas sejumlah surat yang diterima pimpinan DPR, salah satu di antaranya adalah surat dari PPATK. Surat dari PPATK tersebut, menurut dia, isinya melaporkan adanya temuan 21 transaksi mencurigakan yang melibatkan anggota Banggar.
"Pimpinan DPR belum memutuskan, apakah surat dari PPATK ini akan ditindaklanjuti kepada Banggar atau tidak," ujar Ketua DPP Partai Golkar ini.
(nwk/nwk)











































