Peristiwa itu berawal saat suasana di gedung KPK sedang ramai. Puluhan wartawan sedang menunggu keluarnya Angelina Sondakh dari dalam gedung yang beralamat di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2011). Tiba-tiba saja ada seorang pria yang belakangan diketahui bernama Arifin Wardiyanto. Dia melakukan aksi nyeleneh.
Warga Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, itu mengeluarkan rantai dari dalam tas yang dibawanya. Dia kemudian mengikat kakinya dengan rantai itu ke penyangga besi tangga KPK lantas mengeluarkan cutter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang petugas keamanan KPK mencoba memasang perban ke dahi Arifin. Petugas kemudian menggeledah tas dan pakaian Arifin dan menemukan kunci gembok.
Tapi Arifin tak peduli. Dia tetap mengeluarkan aspirasinya. "Rakyat harus mendukung KPK dan KPK harus bisa mejalankan amanat rakyat!" teriak Arifin.
Arifin meminta lembaga itu bisa menuntaskan berbagai kasus korupsi seperti kasus Nazaruddin, Century dan Gayus Tambunan.
"LSM-LSM jangan kebanyakan diskusi dukung KPK. Aksi rantai ini sebagai tanda KPK sudah terbelenggu. Saya independen, tidak ada titipan dari orang lain," katanya.
Petugas kemudian membuka gembok dan membawa Arifin ke ruang pengaduan masyarakat KPK. "Saya mau ketemu pimpinan KPK," kata Arifin sebelum dibawa pergi.
(nal/nrl)











































