Perampok Beraksi di Medan, Rp 300 Juta Amblas
Selasa, 06 Jul 2004 16:57 WIB
Medan - Sebuah perusahaan penukaran uang di Medan mengalami kerugian Rp 300 juta akibat perampokan. Pelaku disinyalir mengenal pemilik perusahaan tersebut.Peristiwa tersebut terjadi Selasa (6/7/2004) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu sebenarnya, perusahaan milik PT. Bina Harta Pratama, Jl. Gatot Soebroto, Medan Sumatera Utara, sedang tutup. Dua orang karyawan, yakni Andi dan Nuri tengah menghitung uang di brankas.Tiba-tiba pintu kantor diketuk orang berulang kali. Penasaran, Andi kemudian membuka pintu mencari tahu siapa yang melakukan hal itu. Di depan pintu nampak dua orang laki-laki dan mengaku sebagai karyawan Apotik Candra. Keduanya mengatakan akan menukarkan uang senilai Rp 2,5 juta dengan pecahan Rp 500.Namun saat keduanya diijinkan masuk, salah satu di antaranya langsung menodongkan pistol. Diancam todongan pistol, Andi dan Nuri tidak berani berbuat apa-apa. Dengan leluasa, keduanya menguras uang Rp 300 juta yang ada di brankas perusahaan tersebut."Saya mengijinkan masuk karena sebelumnya menerima telepon dari Pak Herman, ada orang dari apotik Candra yang akan menukarkan duit," ungkap Nuri.Herman, pemilik PT. Bina Harta Pratama membenarkan penuturan Nuri. Menurut Herman, dirinya sempat dihubungi melalui telepon oleh seseorang yang mengaku karyawan apotik Candra. Orang tersebut, sambung Firman, akan menukarkan duit. Herman selanjutnya menghubungi karyawannya, Nuri.Dari keterangan Nuri dan Herman muncul dugaan, pelaku adalah orang kenal dengan korban. Pelaku juga tahu jadwal kegiatan perusahaan tersebut, termasuk soal penghitungan uang hari ini.Informasi lainnya menyebutkan, pelaku diduga menggunakan mobil Carry merah BK 1733 FK. Mobil tersebut sempat terlihat diparkir di depan kantor PT. Bina Harta Pratama. Pelaku juga bekerja sangat cepat, Indra, seorang karyawan lainnya yang berada di lantai III, sama sekali tidak mengetahui aksi perampokan tersebut.Kasat Reserse dan Kriminal Poltabes Medan, AKP Maruli Siahaan, saat ditemui di lokasi kejadian masih enggan berkomentar. Menurutnya, polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum sampai pada kesimpulan apa pun.
(djo/)











































