Antisipasi Tsunami, DKI Kebut Pembangunan Tanggul Raksasa

Antisipasi Tsunami, DKI Kebut Pembangunan Tanggul Raksasa

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2011 12:20 WIB
Jakarta - Penurunan permukaan tanah di wilayah Jakarta semakin serius. Untuk mengamankan Jakarta ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun tanggul raksasa atau giant sea wall di pantai utara Jakarta.

Pembangunan tanggul ini diskenariokan selesai sebelum tahun 2025. Saat ini, tim ahli dari Belanda yang ditunjuk sebagai pemegang proyek sedang menyusun secara detail pembuatan master plan.

"Mereka ini mendapat tugas menyusun secara detail untuk master plan yang kita kenal sebagai Jakarta Coastal Sea Defence Strategy. Master plan ini dibuat untuk menunjukkan bagaimana kita memprotek dan mengamankan pantai utara Jakarta ini," terang Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai menerima kunjungan dari Tim Teknikal Asistensi dari Rotterdam yang dipimpin Wim Stolte di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/9/2011). Dalam pengerjaan ini Pemprov DKI memang akan dibantu oleh teknikal asistensi dari Pemerintah Kota Rotterdam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fauzi mengatakan, selain mengamankan permukaan tanah yang terus menurun, pembangunan tanggul ini juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah peningkatan permukaan air laut yang saat ini juga harus diperhitungkan. Dengan adanya pencegahan itu, paling tidak menurut Foke jika terjadi tsunami di ujung selatan pulau Sumatera atau di dekat Selat Sunda, Jakarta bisa lebih aman.

"Kita memperhitungkan keselamatan Jakarta ke depan. Tanpa pembangunan tanggul tersebut, seandainya terjadi tsunami di titik itu, maka dalam waktu 4 jam gelombang tsunami itu bisa sampai ke teluk Jakarta. Kalau kita tidak mengamankan wilayah Pantura dan pantai di Banten dan lainnya, bisa saja sebagian besar bagian utara kota Jakarta akan mengalami dampak tsunami tersebut," papar pria berkumis ini.

Lebih lanjut Fauzi menambahkan, banyak pihak yang sebenarnya menyatakan Jakarta kecil kemungkinan terkena dampak jika terjadi tsunami. "Tapi kita harus perhitungkan kemungkinan terburuk dan ada kompter simulasi yang membuat gambaran tadi," klaim pria yang akrab disapa Foke ini.

Foke menambahkan, proyek ini juga memiliki manfaat jangka panjang lainnya selain untuk mengamankan pantai utara Jakarta. Dia merencanakan pembangunan tanggul ini juga bisa dijadikan sebagai sumber air di Jakarta.

"Ini proyek yang secara terintegrasi dibuat untuk kepentingan-kepentingan Jakarta yang akan datang. Misalnya, proyek ini kita harap juga menjadi semacam sumber air, dimana air dari 13 sungai yang mengalir ke laut, tidak langsung hilang di laut begitu saja, tapi bisa kita tampung sehingga dapat menjadi water resources bagi kita Jakarta," tambah Foke yang mengenakan batik abu-abu.

Berapa besar dana yang akan dihabiskan pemerintah untuk proyek besar ini, Foke mengelak memberitahukannya. Menurutnya, besaran biaya akan terlihat setelah master plannya selesai dikerjakan.

"Dananya mungkin belum bisa saya sebut, karena master plan nantinya memberikan gambaran kebutuhan dananya berapa. Yang jelas kita berharap proyek ini menentukan masa depan Jakarta sehingga harus bisa dilanjutkan dan diimplementasikan dalam waktu yang tidak lama," tegasnya.

Sebelum merancang master plan, tim tentunya akan melakukan persiapan-persiapan lebih kurang hingga 9 bulan ke depan. Setelah itu, tim baru merancang master plan yang diprediksi akan memakan waktu 1-2 tahun ke depan. Master plan ini juga akan dibuat dalam dua tahapan yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

(lia/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini