Asisten II Setda Boyolali, Juwaris, mengatakan sudah ada permintaan bantuan air bersih dari berbagai kecamatan di Boyolali. Pihaknya telah merespon permintaan itu dengan menyerahkannya kepada PDAM setempat dan Bakorwil II Surakarta.
Delapan kecamatan itu adalah Wonosegoro, Kemusu, Andong, Juwangi, Karanggede, Musuk, Selo, dan Cepogo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dana itu kurang, nanti akan ditambah. Kami juga mengusulkan sisa dana bencana Merapi bisa dimasukkan ke pos dana ," ujar Juwaris, Selasa (13/9/2011).
Kekurangan air bersih sudah cukup merepotkan warga. Di sejumlah desa di Kecamatan Musuk misalnya, warga terpaksa harus membeli air bersih dengan harganya mulai dari Rp 60 ribu hingga lebih dari Rp 100 ribu per tangki kapasitas 5000 liter, tergantung jarak lokasi dari sumber air.
Warga yang tidak mampu membeli air tangki, terpaksa mengambil air dari sumber mata air di dasar jurang. Warga di Desa Lanjaran, terpaksa naik turun jurang sejauh sekitar 1 km untuk mengambil air bersih di goa jepang di lereng Gunung Merapi tersebut. Goa peninggalan jaman penjajahan itu, airnya tidak pernah kering.
Hal serupa juga dialami oleh warga Sragen. Di desa Denanyar, Kecamatan Tangen, warga harus membeli air tangki yang ditawarkan pihak swasta. Harganya mencapai lebih dari Rp 75 ribu per 5 ribu liter.
Hal serupa juga dialami daerah Sukoharjo dan Wonogiri. Di Sukoharjo, beberapa desa di Kecamatan Weru dan Tawangsari saat ini sudah mengalami krisis air bersih. PDAM setempat berencana akan segera melakukan droping air bersih.
(bgs/lh)











































