Tawuran yang melibatkan Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) reda sekitar pukul 15.00 Wita. Kini mahasiswa kembali ke ruang kelas masing-masing.
Saling lempar berhenti setelah Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi langsung turun ke lokasi di lapangan dekat Gedung Baruga Andi Pettarani, Unhas, Makassar, Senin (12/9/2011). Idrus bersama sejumlah polisi dari Polsek Tamalanrea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta polisi untuk menangkap mahasiswa yang melempar dan pegang batu," teriak Idrus. Mendengar ancaman itu, mahasiswa yang melakukan lemparan langsung ciut nyalinya. Mereka membuang batu yang sedang dipegangnya.
Idrus yakin, tawuran yang terjadi di Unhas kerapkali disebabkan provokasi pihak lain. Apalagi, tawuran di Unhas 'rutin' terjadi pada bulan September. Bahkan salah satu sejarah kelam tawuran di Unhas terjadi pada September tahun 1992 atau dikenal black September. Saat itu, gedung Fakultas Teknik dibakar oleh massa.
(gun/nrl)











































