"Data yang rusak 4 motor, 2 mobil, 3 rumah. Itu yang baru kita dapatkan," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (12/9/2011).
Anton mengatakan, bentrok terjadi karena berkembangnya SMS yang memprovokasi warga. Sms itu menyebut adanya tukang ojek yang dipukuli massa sehingga menyulut emosi kubu massa lainnya.
"Info berkembang SMS, dan masyarakat menanggapi benar. Kita imbau warga masyarakat walau di luar Ambon untuk tidak memprovokasi. Padahal itu kecelakaan tunggal," jelasnya.
Barang bukti berupa batu dan senjata tajam ikut diamankan. Namun Polri belum menemukan warga yang menggunakan senjata api. "Senpi belum," terangnya.
Saat ini 400 personel Brimob telah dikirim untuk mengamankan titik-titik rawan di Ambon. Kondisi Ambon telah aman dan berjalan normal.
Polri menyebut ada 3 orang korban tewas akibat bentrokan. 24 Orang lainnya mengalami luka berat dan 65 orang luka ringan.
(ape/lrn)











































