Hal ini diungkapkan Ketua Komite Etik, Abdullah Hehamahua usai memeriksa Nazaruddin di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2011).
"Dikatakan CDR yang disebut Yulianis (Wakil Direktur Keuangan PT Permai Group) itu Pak Chandra tapi uang tidak jadi disampaikan ke Pak Chandra. Jadi tidak jadi berapa ratus ribu USD itu. Dia (Nazaruddin) bilang ada program apa, jadi uang itu nggak jadi dikasih, 100 ribu US dollar," beber Abdullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu kejar, tapi dia kan orangnya begitu, antara pembohong dan peragu, artinya dia tidak berani tegas katakan karena macam-macam takut," jelas Abdullah.
(mok/ape)










































