Hal itu disampaikan Menteri Luarnegeri Kerajaan Belanda Uri Rosenthal dalam pidato sambutan resepsi diplomatik dalam rangka HUT ke-66 RI di Wisma Duta, Wassenaar, Rabu malam atau Kamis (8/9/2011) WIB.
Ucapan selamat ulang tahun ke-66 untuk Indonesia dari Menlu Belanda itu menegaskan pengakuan kabinet bahwa Republik Indonesia telah merdeka sejak 17-8-1945, sebuah posisi resmi yang diambil sejak Menlu Bernard Rudolf 'Ben' Bot sejak 2005 dan dengan itu polemik tidak relevan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kacamata diplomatik, kehadiran para pejabat tinggi pemerintah dan parlemen Belanda yang disambut Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) dan Ny. Nila Umar Hadi itu menegaskan hubungan istimewa kedua negara.
"Hubungan antara Belanda dan Indonesia sangat kokoh, membentuk landasan untuk kerjasama bilateral di berbagai bidang mulai dari pertukaran kebudayaan sampai peningkatan kerjasama hukum, ilmiah, dan memajukan pembangunan ekonomi," tandas Rosenthal.
Peran Indonesia
Selain penegasan hubungan bilateral kedua negara, Rosenthal juga menyinggung peran yang dimainkan Indonesia di kancah internasional dan regional.
"Tahun ini sebagai Ketua ASEAN, Indonesia memainkan peranan besar dalam memajukan integrasi regional. Kami sangat memuji dan mendukung upaya Indonesia dalam hal ini," ujar Rosenthal.
Menurut Rosenthal, ASEAN yang lebih kuat tidak hanya akan menguntungkan Asia Tenggara, tapi juga negara-negara tetangganya dan mitra Eropa.
Lanjut Rosenthal, Indonesia telah mengalami transformasi luarbiasa dalam dekade terakhir. Pada acara tahunan Bali Democracy Forum, Indonesia juga telah mempromosikan pemahaman demokrasi dan hak-hak fundamental, dengan proses transisinya sendiri dan tantangan-tantangannya sebagai contoh.
"Reformasi Indonesia itu jelas-jelas memberikan inspirasi besar kepada bangsa-bangsa lainnya. Saya tidak kaget ketika banyak generasi baru politisi Mesir terinspirasi oleh contoh Indonesia," papar Menlu dari partai liberal VVD itu.
Di hadapan ratusan tamu, mantan Guru Besar Ilmu Administrasi pada Universiteit Leiden itu mengakhiri pidatonya dengan gayanya yang khas.
"Izinkan saya menutup pidato dengan mengucapkan terimakasih kepada Umar Hadi dan staf atas keramahtamahan mereka dan mengajak bersulang untuk hubungan istimewa antara kedua negara kita. Terima kasih," demikian Rosenthal, dengan ujaran terakhir dalam Bahasa Indonesia.
(es/es)











































