Direktur Indonesia Maritime Institute, Yulianus Paonganan, dalam perbincangan dengan detikcom mengisahkan awal perkenalan dengan Aisha. Aisha awalnya dikenal saat nimbrung dalam diskusi kelautan.
"Saya kenal di Twitter, dia nimbrung, kita diskusi-diskusi," kata Yulianus, Rabu (7/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama bertemu di diskusi maritim di Citos dan yang kedua buka puasa bersama," kata Yulianus.
Yulianus membenarkan sebuah foto acara buka puasa bersama pada 25 Agustus lalu di sebuah restoran di Jakarta Selatan. Aisha turut hadir di acara tersebut, memakai baju merah dan ikut berfoto bersama.
Nah, mengenai latar belakang Aisha, Yulianus memang tidak bertanya langsung. Yang jelas, dari Twitter teman-temannya memanggil Aisha dokter dan Aisha dekat dengan Bustanul Arifin yang juga diketahui lewat jejaring sosial, disebut sebagai suaminya.
"Saya belum pernah bertemu muka dengan Bustanul, tapi dia pernah kirim artikel untuk majalah kita, Maritime Magazine soal pulau terluar," jelas Yulianus.
Yulianus sempat dikabari oleh Aisha soal kepergiannya ke Somalia. Lantas, komunikasi berhenti, dan Yulianus mendengar musibah yang terjadi pada Aisha. Sejak itu tidak ada komunikasi langsung, melainkan informasi dari mulut teman-teman yang lain.
"Katanya malah sudah pulang ke Indonesia," kata Yulianus ragu-ragu.
Dari komunikasi selama ini dan dua kali pertemuan langsung dengan Aisha, Yulianus mengingatnya sebagai karakter tipikal aktivis. "Gayanya aktivis, banyak wawasannya," ujar Yulianus.
Dari cerita Yulianus, memperkuat bukti bahwa Aisha bukanlah sosok fiksi. Meski demikian, keberadaan Aisha kini masih misterius, setelah dia dikabarkan telah "berkumpul kembali dengan keluarga"-nya pasca mengalami sejumlah peristiwa dramatis: jadi korban penculikan di Somalia, tertembak di bahu, lalu dibawa penculik ke Johannesburg. Apa yang terjadi pada Aisha sebenarnya?
(fay/nrl)











































