Peristiwa kebakaran di siang bolong ini pertama kali diketahui oleh Deni (22), warga sekitar yang saat itu tengah membeli pulsa di toko samping tempat kejadian. Deni melihat kepulan asap dari rumah milik Awaludin (28) sekitar pukul 13.13 WIB.
"Karena bau asap seperti akibat korsleting saya langsung lari panggil warga buat cek sumber asap," kata Deni kepada detikcom, Selasa (6/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Api besar ada di kulkas dan merambat ke barang-barang di sebelahnya," tutur Deni.
Puluhan warga berupaya memadamkan amukan api dengan air selokan dan pemadam darurat, sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang. 7 Unit mobil pemadam kebakaran datang sekitar pukul 13.40 WIB dalam kondisi api yang sudah mulai menjinak.
"Pemadam tinggal melakukan pendinginan saja," ujarnya.
Istri Awaludin, Endah (27), terkejut melihat kondisi sebagian rumahnya yang sudah dilalap api, termasuk barang dagangan toko.
"Saya pergi ke Pasar Klender lagi belanja," kata Endah yang tengah hamil kepada detikcom.
Kebakaran yang diduga dari korsleting listrik kulkas juga terjadi Senin (5/9) kemarin, di Komplek DPRD DKI Jakarta, Blok AE3 No 38, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Api melahap isi dapur saat pemilik rumah tengah mudik ke Yogyakarta.
Kebakaran diduga karena arus pendek listrik juga terjadi Sabtu (3/9), di Jl Masjid Abidin RT 3 RW 1, Duren Sawit. Sebanyak 28 Kepala Keluarga dan 100 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah kontrakan yang dihuni ludes terbakar.
(ahy/nrl)











































