"Mudah-mudahan pukul 3 sore untuk yang berjarak medium seperti Jembatan Besi, Tambora, dan sekitarnya sudah bisa dialiri air," kata Direktur Teknik PAM DKI Jakarta Sri Widayanto melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (5/9/2011).
Sementara untuk aliran distribusi yang berjarak dekat seperti di kawasan Tanah Abang, Jati Baru, dan Slipi sudah mengalir pagi ini namun dalam debit kecil. "Karena harus bertahap sesuai air baku," kata Sri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri menambahkan, prediksi pencapaian air dari Kalimalang ke Pejompongan pasca dibukanya gunungan tanah yang membendung air di luar perkiraan. Sejak dibukanya aliran sejak pukul 17.00 WIB, air baku diprediksi sampai ke Pejompongan sekitar pukul 23.30 WIB, namun terjadi keterlambatan 2 jam.
"Debit yang diterima saat itu hanya 2. 000 liter per detik. Air sampai di Pejompongan terlambat 2,5 jam dari rencana," papar Sri.
PAM Jakarta, imbuh Sri, sebagai regulator bagi dua operator pengelolaan air bersih di DKI Jakarta terus memantau proses distribusi air bersih sampai ke pelanggan.
Pemantauan dilakukan dengan menyiapkan penjagaan di IPA Pejompongan guna memonitor pasokan air baku yang masuk dari Kalimalang.
Seperti diberitakan, pintu air Buaran di Kalimalang jebol pada Rabu (31/8/2011) malam. Akibatnya, aliran air PAM ke pelanggan PT Aetra dan PT Palyja terhambat. Termasuk kawasan Istana dan kantor gubernur DKI Jakarta.
(ahy/nrl)










































