Arief Budiman:
Mega & Wiranto Lolos Putaran II
Jumat, 02 Jul 2004 17:51 WIB
Semarang - Siapa yang bakal lolos ke putaran II pilpres? Lain orang, lain pengamatannya.Kalau ditanyakan pada pengamat sosial politik dari Universitas Melbourne Australia Dr.Arief Budiman, dia memperkirakan pasangan Mega-Hasyim dan Wiranto - Gus Solah yang bakal lolos ke putaran II. Indikasinya bisa dilihat dari kuatnya mesin politik dua pasangan tersebut."Megawati punya PDI-P. Mesin politik itulah yang sangat berperan dalamperolehan suara. Begitu juga dengan Hasyim Muzadi. Sebagai Ketua PBNU (nonaktif) dia tetap dihitung punya massa dari NU," kata Arief kepada wartawanseusai acara Diskusi Menjelang Pilpres 2004 di Kantor Harian KompasSemarang, Jl. Menteri Supeno, Jum'at (2/7/2004).Sementara, lanjut Arief, kans Wiranto untuk masuk putaran II sangat tebukalebar karena ia memiliki mesin bernama Partai Golkar. Massa dan penguruspartai itu yang berada di seluruh Indonesia. Sedangkan Gus Solah bisamengambil suara NU non-Hasyim.Lebih lanjut kakak kandung Soe Hok Gie ini mengatakan, kedua pasangan ituberbeda dengan ketiga pasangan lainnya. Hamzah Haz memiliki reputasipribadi yang jelek, Amien Rais suka menyerang bukan membangun, dan SBYkurang memiliki mesin politik hingga tingkat bawah.Ketika ditanya di antara Mega - Hasyim dan Wiranto - Solah siapa yang bakal jadi, Arief lebih condong menjagokan Wiranto. "Massa SBY, Amien Rais, dan Hamzah yang relatif besar itu tidak akan memilih Mega. Kemungkinan mereka akan lari ke Wiranto," terang Arief.Mantan dosen UKSW Salatiga ini menambahkan, untuk tahun 2004-2009 yang dibutuhkan rakyat Indonesia adalah pemimpin efektif dan tegas, memiliki wawasan demokrasi, dan pembangun nasional, serta memiliki wawasan ekonomi."Dari kebutuhan itu yang bisa melakukan hanyalah SBY dan Wiranto. Di antara dua sosok ini, Wiranto menang di mesin politik," demikian Arief Budiman.
(nrl/)











































