"Kejadian yang terjadi diperbatasan Porto dan Haria itu 2 kali. Pertama meledak pukul 02.30 WITA dan 21.30 WITA," ujar Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (28/8/2011).
Anton mengatakan, ada 3 bom yang ditemukan, namun hanya 2 yang meledak. Mengenai apakah bom tersebut berkekuatan low atau high explosive, pihaknya masih menunggu hasil dari Puslabfor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anton, sebelumnya sedang terjadi sengketa sumber air minum antar warga desa di daerah tersebut. Sejauh ini, lanjut Anton, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
"Apakah ada kaitannya dengan itu kita masih belum tahu juga. Tapi yang jelas antara dua kampung, dua kelompok yang memperebutkan sumber air itu sudah dipertemukan," paparnya.
Warga dua desa tersebut saat ini sudah membuat penyataan damai. Diharapkan mereka tidak kembali saling serang.
"Di sana juga telah dikirim anggota Brimob, Dalmas dan TNI melakukan patroli bersama," ungkapnya.
Tidak ada bangunan yang rusak akibat ledakan tersebut karena lokasi ledakan berada di hutan. Dari hasil olah TKP sementara bahan peledak yang ditemukan antaralain sulfur, belerang, pipa dan sebagainya.
"Jenisnya rakitan. Tidak menyerang keramaian tapi lokasinya dekat dengan gereja paroki," imbuhnya.
(mpr/irw)











































