"Penting bagi kita untuk tidak ikut terjebak, manuver, sinetron-sinetron yang sedang didesain oleh pihak Nazar atau pengacara," ujar peneliti ICW Febri Diansyah dalam acara dialog kenegaraan dengan judul 'Kasus Nazaruddin: Ujian Terakhir Pemberantasan Korupsi" di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2011).
Menurut Febri, indikasi bahwa Nazaruddin dan pengacaranya sedang bermain sinetron sangat kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pernyataan pengacara OC Kaligis yang menyebutkan dirinya dilarang bertemu Nazaruddin. Padahal surat kuasa pun belum ditandatangi.
"Juga isu soal cuci otak, sinetron surat cinta dan SBY yang membalas dengan cepat. Ini ada upaya menjauhkan kasus ini dari subtansi," terangnya.
ICW juga menilai bahwa keterangan Nazaruddin selama dalam pelariannya tidak bisa dijadikan sandaran untuk membongkar kasus yang ia beberkan.
"Keterangan Nazar tidak konsisten dan hanya menyasar ke orang-orang tertentu dan kasus tertentu," imbuhnya.
(her/rdf)











































