Hasyim: Ada Capres Terjebak Mengiyakan Tuntutan Masyarakat

Hasyim: Ada Capres Terjebak Mengiyakan Tuntutan Masyarakat

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2004 17:00 WIB
Jakarta - Cawapres Hasyim Muzadi menilai tuntutan masyarakat terhadap pasangan capres dan cawapres selama masa kampanye sangat tinggi. Dan terkadang pasangan calon terjebak mengiyakan tuntutan masyarakat padahal sebenarnya di luar kemampuan calon itu. "Hal ini kurang positif. Untuk itu ke depan perlu dibangun sistem komunikasi pemerintah dan rakyat," kata Hasyim tanpa menyebutkan siapa pasangan capres yang dimaksud. Saat itu Hasyim dimintai komentarnya atas jalannya kampanye pemilu presiden putaran pertama yang berakhir hari Kamis (1/7/2004) ini.Namun Hasyim, yang ditemui wartawan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, buru-buru menambahkan sistem komunikasi ini bukan berarti menghidupkan kembali departemen penerangan. "Formatnya bisa lain. Yang penting tidak boleh ada stagnasi dalam komunikasi pemerintahan dan rakyat," kata pasangan Megawati, capres yang masih menjabat sebagai presiden, ini.Lebih lanjut Hasyim, yang baru saja tiba dari kampanye ke Batam, menyatakan masyarakat masih beranggapan presiden dan wakil presiden orang yang paling berkuasa dan bisa berbuat segalanya."Selama satu bulan penuh saya berkampanye saya mendapat kesan pada umumnya rakyat menganggap pasangan dapat berbuat segala-galanya. Padahal presiden dan wakil presiden setelah amandemen adalah suatu bagian saja, bahkan cenderung berada satu tingkat di bawah legislatif," ujarnya.Masyarakat, ujar Hasyim, menuntut kebutuhan primernya tercukupi sekaligus mendesak korupsi diberantas dalam tempo yang cepat. "Padahal keduanya harus lahir dalam sebuah proses. Tidak hanya pada eksekutif tapi juga pada mekanisme lintas lembaga tinggi negara," demikian Hasyim Muzadi. (gtp/)


Berita Terkait