"Kalaupun itu yang dikehendaki pansel, adalah tidak etis mempublikasikan rangking hasil seleksi. Karena ada kesan seperti fit and proper di DPR di-fait a compli dengan 4 nama teratas itu," kritik Sekjen PPP, M Romahurmuziy kepada detikcom, Senin (22/8/2011).
Menurut pria yang akrab dipanggil Romi ini, hanya pimpinan KPK dengan hasil fit and proper test terbaiklah yang berhak menjadi pimpinan KPK. Belum tentu peserta dengan ranking Pansel yang baik akan berhasil juga dalam proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi PPP punya perysaratan yang cukup rumit. Ia tak ingin pimpinan KPK punya sejarah karir yang kurang bagus.
"PPP mensyaratkan 3 kriteria, yang pertama calon pimpinan KPK yang tak terkait secara historis, emosional, maupun struktural dengan parpol maupun rezim manapun. Kedua tidak pernah tercatat memiliki persoalan etis maupun yuridis dalam perjalanannya sebagai warga negara, dan yang ketiga calon pimpinan KPK harus Memiliki sifat dan sikap kenegarawanan yang memastikan tindakannya mengawal penegakan hukum tidak didasarkan atas kepentingan sempit," bebernya.
(van/fay)











































