Veven: Bisa Turunkan Citra, Amien-Mega Tak Saling Serang
Kamis, 01 Jul 2004 11:29 WIB
Jakarta - Debat antara pasangan calon presidan dan wakil persiden yang menghadapkan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dengan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo dinilai berjalan tidak maksimal. Para kandidat menahan diri tidak saling menyerang karena bisa menurunkan citranya."Masih yang pertama. Masih serba belajar. Nggak bakal seru seperti di AS. Di awal-awal kan ada aturan tidak boleh black propaganda. Semuanya serba menahan diri. Bila saling menanggapi bisa terpeselet ke black," ujar pengamat budaya massa Veven SP Wardhana.Menurut Veven, dalam perbincangannya dengan detikcom, Kamis (1/7/2004), kita tidak memiliki tradiri saling adu argumentasi atau berbeda pendapat secara terbuka. Tradisi ini baru baru ada dalam seminar atau forum-forum diskusi. Sehingga jika seorang kandidat menyerang kandidat lainnya malah bisa menurunkan citranya."Dalam debat capres itu sosiologinya berbeda. Khawatir tersemprit aturan KPU, juga harus memperhitungkan psikologi publik. Sehingga Amien Rais yang biasanya sangat kritis terlihat menahan diri. Sebab nanti bisa dianggap masyarakat bisanya cuma mencela," urai Veven.Dengan kondisi seperti ini, lanjut Veven, Ira Koesna selaku moderator jadi terlihat memaksakan kedua pasang kandidat untuk memberikan respon diserta alasan setuju atau tidak setuju. "Ira dari awal dikenal sebagaio sosok presenter yang memancing kontroversi. Kemungkinan dia dipasang untuk peran itu."Tentang jalannya debat, Veven menilai pasangan Amien-Siswono lebih siap. "Menyampaikan visi dan misi dalam satu tarikan nafas kan sulit. Amien termasuk yang biasa karena sering bicara dalam diskusi. Kalau Mega kan baca, jadi ya disemprit (diperingatkan moderator karena melebihi waktu yang disediakan)."Ditanya apa yang harus diperbaiki dari format debat capres yang nanti malam akan menghadirkan tiga pasangan capres-cawapres, Veven menyatakan masing-masing kandidat harus mampu merumuskan argumen dalam satu tarikan nafas. Para kandidat harus bisa menyampaikan poin-point dalam visi dan misinya secara singkat dan jelas. Moderator perlu diganti? "Bisa saja. Tapi bukan jaminan. Terus terang saja kita tidak punya anchor person yang memadai. Kita tidak punya pembawa acara yang sebagus Oprah Winfrey misalnya."Tentang siapa yang tepat menjadi moderator acara debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu, Veven enggan menyebut nama. "Mungkin model-model Imam Prasodjo? Dia itu kan usil tapi tidak sengak. Model-model itu kan banyak," katanya.
(gtp/)











































