Militan Paling Berbahaya Tewas Ditembak di Arab Saudi
Kamis, 01 Jul 2004 10:59 WIB
Jakarta -
Baku tembak pasukan keamanan Arab Saudi dan militan kembali terjadi. Salah satu militan "paling berbahaya" di kerajaan itu tewas dalam kontak senjata di Riyadh.Insiden ini juga menewaskan seorang militan lainnya dan seorang petugas polisi. Adu senjata ini terjadi hanya sepekan setelah pemerintah Saudi menawarkan amnesti bagi para pendukung jaringan al Qaeda. Demikian seperti dilansir Associated Press (AP), Kamis (1/7/2004).Abdullah Mohammed Rashid al-Rashud, "salah seorang tersangka paling berbahaya di kerajaan, yang dianggap pengikut kelompok al Qaeda di Arab Saudi tewas dalam kontak senjata ganas di daerah Al-Quds, Riyadh timur," demikian disampaikan Kepolisian Saudi.Ia merupakan salah satu militan yang paling diincar pasukan keamanan Saudi. Selain menewaskan tiga orang tersebut, pertempuran ini juga melukai tiga personel keamanan, salah satu diantaranya mengalami luka-luka serius. Dua warga sipil juga cidera dalam bentrokan dengan lima militan itu.Kontak senjata meletus setelah pasukan keamanan menemukan sebuah rumah yang digunakan kelima militan itu di kawasan ibukota Saudi. Para tersangka pergi meninggalkan rumah tersebut dengan mengendarai tiga mobil. Polisi pun membuntuti mereka. Sejumlah senjata dan amunisi tampak dibawa keluar dari rumah tersebut.Peristiwa ini merupakan insiden pertama di negeri kaya minyak itu, sejak pemerintah setempat mengumumkan amnesti bagi para pengikut al Qaeda pada 23 Juni lalu. Para ekstrimis al Qaeda ditawarkan amnesti jika mereka menyerahkan diri mereka dalam waktu sebulan. Pemerintah Saudi mengingatkan, mereka yang tidak menyerahkan diri akan menghadapi operasi pemberantasan yang keras.
(ita/)










































