Pemantauan dilakukan petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Kamis (18/8/2011). Sasaran pertama mereka adalah Pasar Mangkang. Dari lima daging sapi yang dipantau, tiga di antaranya berkadar air tinggi.
Apakah itu daging gelonggongan? Petugas tak berani memastikan, karena harus ada penelitian lebih lanjut. Mereka hanya menanyai pedagang soal asal muasal daging itu dan menegurnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pasar yang terletak di barat pusat kota itu, petugas bergeser ke Pasar Karangayu. Di tempat ini tidak ditemukan daging bermasalah.
Kemudian, pantauan dilanjutkan ke Pasar Bulu. Berdasarkan informasi sebelumnya, pedagang daging di Pasar Mangkang mengambil barang dagangan di sini. Ternyata informasi tersebut benar. Petugas menemukan daging sapi berkadar air tinggi.
"Harusnya kadar airnya di bawah 6 poin, tapi ini rata-rata 6,4 hingga 6,7 poin," kata Nina usai mengecek daging dengan alat khusus itu.
Daging dengan kondisi seperti itu tidak layak konsumsi, jika disimpan agak lama. Di udara bebas, masa penyimpanan daging adalah 8 jam. Lebih dari itu, daging dipastikan rusak dan membahayakan jika dikonsumsi.
(try/fay)











































