"Di sini bisa cukur enggak," kata Nazaruddin kepada penyidik KPK, sambil memegang cambangnya dan melempar senyum. Saat itu, Nazaruddin memang terlihat bercambang. Sejak ditahan aparat Kolombia hingga pemulangannya ke Indonesia, Nazaruddin tidak sempat mencukur cambangnya.
Penyidik KPK yang menjadi lawan bicara pun segera menimpali permintaan Nazaruddin itu. "Di sini nggak bisa pak," kata penyidik KPK yang memakai kemeja putih lengan panjang seperti video yang dilihat detikcom, Kamis (18/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak apa-apa Pak, saya biasa kok," timpal seorang penyidik yang memakai kaus berkerah.
Dalam video itu, juga terlihat Nazaruddin rileks dan tidak tampak tertekan saat mengisi data diri. Dia bahkan sempat berbagi cerita mengenai anak-anaknya yang hendak dia sekolahkan di pesantren.
"Tapi enggak dikasi sama ibunya (Neneng)," kata Nazaruddin. Mantan bendahara Partai Demokrat ini memiliki 3 anak yang tertua berumur 5 tahun, yang kedua berumur 3,5 tahun, dan yang ketiga anak perempuan berumur 1 tahun 7 bulan.
Pemeriksaan yang juga sesekali diisi tawa itu pun berakhir pada Minggu (14/8) dini hari. Nazaruddin sempat ditemui pengacara dari kantor OC Kaligis, Alfrian Bonjol, namun Nazaruddin menolak menandatangani surat kuasa sebagai pengacara. Dia meminta agar nanti ditemui di Mako Brimob saja.
(ndr/asy)











































