Diperiksa KPK, Nazaruddin akan Didampingi OC Kaligis

Diperiksa KPK, Nazaruddin akan Didampingi OC Kaligis

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2011 08:45 WIB
Diperiksa KPK, Nazaruddin akan Didampingi OC Kaligis
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini akan memeriksa Muhammad Nazaruddin, untuk pertama kalinya setelah Sabtu kemarin melakukan pemeriksaan sebatas pengecekan identitas. Nazaruddin akan didampingi OC Kaligis yang telah resmi mendapat kuasa dari mantan bendahara umum Partai Demokrat itu.

"Direncanakan, pemeriksaan terhadap Nazaruddin akan dimulai siang hari, sekitar pukul 13.00," kata juru bicara KPK Johan Budi, saat dihubungi detikcom, Kamis (18/8/2011) pagi.

Johan menegaskan, dalam pemeriksaan ini Nazaruddin akan didamping pengacara OC Kaligis. Nazaruddin telah menandatangani surat kuasa penunjukan Kaligis sebagai pengacara, pada Selasa lalu.

"Iya dia (Kaligis) sudah mendapatkan tanda tangan Nazaruddin, Selasa lalu," tutur Johan.

Seperti diketahui, setibanya di Jakarta Sabtu (13/8) malam lalu, Nazaruddin langsung diperiksa di Gedung KPK hingga Minggu dini hari. Namun, pemeriksaan itu belum masuk substansi perkara melainkan baru sebatas indentitas tersangka.

Dalam jumpa pers Minggu dini harinya, Ketua KPK Busyro Muqoddas pernah mengungkapkan ada puluhan kasus yang ditangani KPK terkait Nazaruddin. Total nilai proyek yang menyangkut kasus itu Rp 6,037 triliun.

Ada tiga klasifikasi yang termasuk kasus Nazaruddin. Klasifikasi pertama, kasus yang telah berada pada tahap penyidikan. Ada dua proyek di kementerian dengan nilai mencapai Rp 200 miliar yang diduga dimainkan oleh Nazar.

Kemudian, klasifikasi kedua adalah berbagai kasus yang berada dalam tahap penyelidikan. "Yang pada tahap penyelidikan ada di 2 kementerian juga dengan nilai proyek sejumlah Rp 2,642 triliun," imbuh Busyro.

Sementara itu KPK juga tengah menelusuri 31 kasus yang melibatkan Nazaruddin di 5 kementerian. Kasus-kasus ini kata Busyro tengah berada dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan. Total nilai proyek adalah Rp 6,037 triliun.

(fjr/lrn)


Berita Terkait