Seperti diketahui dua dari 8 nama yang diprediksi lolos sebagai calon pimpinan KPK untuk fit and proper test di DPR ada Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi dan Jaksa Zulkarnain. Menurut kalangan antikorupsi, keduanya memiliki catatan kurang baik.
"Tentunya bukan hanya jaksa dan polisi saja tapi seluruh calon yang diajukan Pansel ke DPR harus dilakukan seleksi lebih lanjut. Kita tidak boleh diskriminatif terhadap calon pimpinan KPK, semua harus dikumpulkan rekam jejaknya sebelum diuji lebih lanjut," imbau Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono berharap Komisi III DPR berhati-hati dalam fit and proper test pimpinan KPK. Sehingga tidak membuat publik ragu terhadap pimpinan KPK yang dipilih oleh DPR.
"Tentunya harapan publik pasti menjadi pertimbangan utama untuk memilih pimpinan KPK," ingatnya.
Ia juga berharap pimpinan KPK yang dipilih mempertajam KPK. Hingga KPK benar-benar mampu mengusut setiap kasus korupsi tanpa pandang bulu.
"KPK sedang mendapat sorotan utama publik. Karena itu pemimpin selanjutnya harus bisa meneruskan perjuangan pemberantasan korupsi, bekerja secara sungguh-sungguh untuk menghindari tekanan politik. Tidak boleh punya tekanan politik karena KPK harus sangat kredibel dan masih menjadi harapan publik terhadap pemberantasan politik," tandasnya
(van/ndr)










































