Empat Peserta Mogok Makan di Yogya Tumbang

Empat Peserta Mogok Makan di Yogya Tumbang

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2004 02:18 WIB
Yogyakarta - Memasuki hari ketiga, empat mahasiswa dari 16 orang peserta aksi mogok makan menolak calon presiden dari militer di Yogyakarta mulai bertumbangan. Hingga pukul 19.00 WIB, Rabu (30/6/2004), empat mahasiswa peserta mogok makan terpaksa menghentikan aksinya karena kondisinya lemah, muntah-muntah disertai pusing. Bahkan ada peserta yang diketahui menderita tiphus.Empat mahasiswa yang terpaksa menghentikan aksi mogok makan masing-masing Demius dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berhenti mogok karena muntah-muntah. Lili dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY berhenti karena mual dan muntah.Berikutnya, Eman dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) karena terkena gejala tiphus dan M. Anas dari LMND mengalami mual, pusing dan muntah-muntah. Meski terkena gejala tiphus, Eman tidak dibawa ke rumah sakit, namun dirawat di tempat kos sambil diawasi rekan-rekannya. Sementara, 12 mahasiswa lainnya masih bertahan di tenda untuk terus melakukan aksi mogok makan menolak capres dari kalangan militer.Aksi keprihatinan yang digelar sejak Senin (28/8/2004) lalu itu dilakukan oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta yang tergabung dalam Barisan Oposisi Bersatu (BOB). Aksi yang digelar di sebelah utara bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu dilakukan dengan mendirikan sebuah tenda besar tempat peserta aksi mogok makan.Mahasiswa lain yang tidak terlibat aksi melakukan penjagaan siang malam selama 24 jam penuh. Mereka juga bertugas menggalang dana dari pemakai jalan yang melintas di sekitar UGM.Menurut Humas BOB, Ilmia Rahayu, empat peserta aksi mogok makan kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk meneruskan aksinya. Mereka terpaksa diminta berhenti karena kondisi yang sudah sangat lemah, pucat, perut mual disertai muntah-muntah.Namun mereka hanya dirawat di rumah karena untuk berobat ke rumah sakit tidak mempunyai dana. "Teman-teman yang paham masalah medis sudah bersedia memberikan bantuan perawatan," kata Rahayu.Rencananya aksi tersebut akan dihentikan pada hari Kamis (1/7/2004). Aksi mogok makan itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus mengingatkan masyarakat bakal munculnya kepemimpinan nasional dari kalangan militer. "Sosok Wiranto dan Susilo Bambang Yudoyono, tidak layak memimpin negeri ini," ujar Ferry Gunawan, salah satu juru bicara peserta aksi mogok makan. Selain itu, kata Ferry, kedua capres dari kalangan militer itu mempunyai track record yang buruk berkait kasus pelanggaran hak asasi manusia. Misalnya, kasus 27 Juli 1996, peristiwa Semanggi I dan II serta berbagai kasus berdarah lainnya yang sampai saat ini belum tuntas.Aksi yang dilakukan BOB itu merupakan bentuk introspeksi dan mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya laten militerisme. Pasalnya, pengalaman selama 30 tahun Indonesia dipimpin oleh militer sudah membuktikan rakyat tertindas dan banyak kasus pelanggaran HAM."Calon presiden dari kalangan militer harus kita tolak. Tapi aksi ini bukan berarti kami mendukung calon presiden lainnya karena kami juga tidak mendukung capres-capres yang ada sekarang," imbuh Ferry. (ani/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads