"Berdasarkan hasil temuan koalisi, menyimpulkan dua nama yang tidak layak untuk diloloskan oleh pansel," jelas aktivis ICW, Donald Fariz dalam jumpa pers di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Selasa (16/8/2011).
Koalisi yang terdiri dari sejumlah LSM antikorupsi ini melakukan penelusuran ke 10 calon yang ada. Dari investigasi selama sebulan lebih, dua nama itulah yang memiliki rekam negatif untuk memimpin KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak saya laporkan semua, kalau saya laporkan semua LHKPN, Pak Kapolri bisa saya kalahkan," ucap Aryanto saat diwawancarai koalisi.
Aryanto juga ternyata bisa menoleransi rekening gendut para Jendral Polisi. Berdasarkan informasi yang didapatkan, Aryanto bahkan pernah memarahi penyidik KPK saat penyidikan perkara mantan Kapolri Rusdiharjo. Ia juga diketahui memiliki pekerjaan sampingan saat menjabat sebagai Direktur Serse Umum, yakni menjadi Konsultan hukum PT Mitra Dana Putra Utama Finance dan Kaos Polo.
Sedangkan Sayid, sebagai seorang dosen, ia justru sering tidak melaksanakan pekerjaannya. Koalisi pun menilai, Sayid tidak lain adalah job seeker. Bahkan Sayid ternyata memiliki KTP ganda.
"Jika pansel masih ngotot, secara tidak langsung, pansel berkontribusi terhadap perlemahan KPK dan agenda pemberantasan korupsi," tegas aktivis ICW lainnya, Agus Sunaryoto.
(mok/lrn)










































