Sidak Cengkareng, Dirjen Hubud Cek Bagasi Hilang Sampai Ban Gundul

Sidak Cengkareng, Dirjen Hubud Cek Bagasi Hilang Sampai Ban Gundul

- detikNews
Minggu, 14 Agu 2011 17:51 WIB
Sidak Cengkareng, Dirjen Hubud Cek Bagasi Hilang Sampai Ban Gundul
Jakarta - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubud Kemenhub) Herry Bhakti S Gumay melakukan inspeksi mendadak di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Herry menemukan fakta bahwa barang bagasi pesawat sering hilang hingga memeriksa ban pesawat yang ternyata gundul!

Sidak ini dalam rangka melakukan persiapan Lebaran yang dilakukan di Cengkareng, Minggu (14/8/2011) sejak pukul 15.46 WIB.

Dalam sidaknya, Herry Bhakti mengawalinya berkeliling Terminal 1. Beberapa ruang dia perhatikan guna memastikan kenyamanan bagi para pengguna jasa. Mulai dari toilet maupun ruang check-in. Bahkan termasuk ke ruang informasi kehilangan (lost and found) di terminal 1A, tempat maskapai Lion Air dan Wings Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika Dirjen Perhubungan Udara bertanya kepada Dewi, seorang petugas pelayanan Lost and Found Lion Air, tentang daerah mana yang paling sering hilang bagasinya, Dewi menjawab Medan.

"Medan Pak, sehari paling banyak 5 barang dilaporkan hilang," ujar Dewi seraya membuka buku catatannya.

Mendapat jawaban itu, Herry menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan bertanya kembali. "Yang dikembalikan atau ditemukan dari Medan berapa?"

Dewi membuka catatanya kembali seraya menjawab. "Kalau pun ada hanya 2 Pak yang dikembalikan," katanya.

Menanggapi maraknya kehilangan barang di bagasi itu, Herry sudah menyurati maskapai-maskapai penerbangan, atas komplain dari para penumpang yang menjadi korban 'maling bagasi' ini.

"Semua (maskapai disurati), sudah terlalu banyak. Ketika ditemukan selalu menyurati dan manajemen harus memperbaiki sistem di bagasinya," jelas Herry.

Setelah itu, Herry berjalan ke Terminal 1 B memeriksa toilet dan ruang ticketing Sriwijaya serta memeriksa tarif pesawat. Sidak berlanjut ke dalam apron Terminal 1 B.

Dalam apron itu Herry mendapati pesawat Express Air yang baru saja tiba, terlihat dari kegiatan bongkar muat bagasi. Herry memeriksa nose wheel pesawat atau roda bagian depan. Ada 2 roda, yang satu terlihat masih terdapat vulkanisir, yang satu lagi gundul.

"Sudah saya suruh ganti," ujar Herry sambil menginstruksikan pada teknisi di lapangan.

Herry lalu melanjutkan sidaknya ke Terminal 2. Ketika ke Terminal 2 E dan 2 B ditemukan banyak mobil berplat hitam mewah tapi terparkir di lobi terminal.

General Manager Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Syaiful Bahri, mengatakan, yang dilihat itu adalah rental mobil Sapphire dan mobil taksi eksekutif. Syaiful menuturkan para perusahaan rental mobil itu memang sudah memiliki kontrak dengan Angkasa Pura (AP) II untuk pelayanan penumpang mulai dari saat tiba di Bandara hingga akan berangkat.

"Termasuk disediakan space untuk parkir. Mereke bisa parkir di situ kalau jadwal penerbangannya sudah ada (di layar)," jelas Syaiful.

Sedangkan Terminal 2 F, memang diizinkan parkir bagi mobil-mobil pejabat seperti anggota DPR, menteri dan pejabat negara lainnya.

"Kalau yang ada di Terminal 2F, itu baru mobil anggota DPR, menteri dan orang penting lainnya, yang baru akan parkir kalau sudah diketahui jam berapa akan tiba dijemput," ujarnya.


(nwk/nrl)


Berita Terkait