Rama-ramai Ajukan Capres

Rama-ramai Ajukan Capres

- detikNews
Sabtu, 06 Agu 2011 08:11 WIB
Rama-ramai Ajukan Capres
Jakarta - Pemilu masih tiga tahun lagi. Tapi partai politik ramai-ramai sudah mulai memunculkan para calon presiden yang mereka usung.

Dimulai dengan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) yang mendeklarasikan diri, dan langsung mencalonkan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai capres. Partai yang belum tentu lolos verifikasi Depkum HAM ini pun memicu reaksi parta-partai lain juga memunculkan capres.

"Dan jika kami diberi mandat memenangkan pemilu, kami akan mengusung capres sendiri. Sudah tentu ketum kami Pak Ical yang paling diungglkan. Itu pun sampai hari ini belum resmi," Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Gedung DPR, 2 Agustus 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari ucapan Priyo ini, partai lainnya seolah latah mengikuti. Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya. Partai yang didirikan oleh Amien Rais ini juga tak malu-malu untuk mencalonkan ketua umumnya, Hatta Rajasa sebagai capres, meskipun pencapresan Hatta masih sebatas rumor di internal partai.

"Mengusung calon kita, sampai saat ini masih Ketua Umum Pak Hatta sebagai capres 2014," ujar Sekretaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno, kepada wartawan di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (3/8/2011).

Namun demikian, menurut Teguh, PAN masih akan memfokuskan diri untuk memperoleh suara dua digit dalam pemilu legislatif 2014. Jika target itu terpenuhi, pencapresan Hatta menjadi kian mulus.

Usai PAN mengeluarkan jagonya, giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga ikut cawe-cawe. Melalui kadernya, Zulkifliemansyah, partai dakwah tersebut mewacanakan Menko Polhukam Djoko Suyanto sebagai salah satu kandidat capres, di samping tentunya para kader PKS sendiri.

Sementara, Partai Demokrat masih malu-malu untuk mengusung Ani Bambang Yudhoyono sebagai capres. Partai penguasa ini sepertinya masih 'tersandera' dengan ucapan Ketua Dewan Pembina PD, SBY yang mengaku tidak keluarganya tidak akan nyapres pada Pilpres 2014.

"SBY sudah sebagai ketua dewan pembina sudah keluarkan statement bahwa tidak mencalonkan artinya belum kita bicarakan. Kita belum tahu mencalonkan Bu Ani, dan kita DPP dan dewan pembina belum memutuskan. Pencalonan itu kan nanti diputus oleh majelis tinggi partai," ujar Ketua DPP PD, Jafar Hafsah usai menghadiri buka bersama di kediaman Marzuki Alie, Jl Widya Chandra III, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

"Kalau Ibu Ani kan berpendidikan, orang tuanya pahlawan. Sosok ibu Ani kan baik, orangnya cerdas. Komunikasinya baik, dan dia benar-benar pendamping yang setia," sanjung Jafar.

Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ikut tergoda dengan ikut-ikutan memunculkan capres. Partai warga Nahdliyin itu masih fokus konsentrasi membangun konsolidasi internal.

"Kami belum tertarik soal capres. Fokus kami konsolidasi basis pendukung di wilayah timur dan tengah Indonesia," kata Wasekjen DPP PKB, Jazilul Fawaid, melalui telepon, Rabu (3/8/2011).

Hal senada juga ditunjukkan oleh partai oposisi pemerintah, PDIP. Partai bikinan Megawati Soekarnioputri ini juga tidak mau genit ikut-ikutan memunculkan capres.

"Belum saatnya, nanti pada saatnya PDI Perjuangan pasti umumkan siapa capres atau cawapresnya," ujar Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo.

Tjahjo mengakusaat ini masih banyak tugas rumah yang harus diselesaikan oleh masing-masing partai politik. Belum lagi PDIP harus mengawasi pencapaian reformasi birokrasi yang belum juga tuntas dilakukan pemerintah.

Dari semua partai yang telah mengajukan capres, Partai SRI yang paling mendapat pro dan kontra. Selain pencapresan itu belum mendapatkan restu dari Sri Mulyani sendiri, partai yang baru terbentuk tersebut juga belum tentu lolos verifikasi di Depkum HAM.

(anw/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads