"Nazaruddin masih diburu. Membutuhkan waktu lama dan biaya yang cukup besar," ujar Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (4/8/2011).
Anton enggan menjelaskan berapa jumlah yang harus dikeluarkan dalam perburuan tersebut. Namun dia memastikan dibutuhkan biaya besar untuk mengejar mantan anggota Komisi III itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendala lain yang dialami Polri adalah karena Nazaruddin berpindah-pindah di negara lain, bukan di negeri sendiri.
"Kalau di negara sendiri kita bisa langsung tangkap. Kalau di negara orang kita harus kordinasi dan lobi-lobi," paparnya.
Meski begitu, Polri tetap optimis mampu menangkap dan membawa pulang Nazaruddin. "Kita harus optimis. Mohon bantuan dan doanya," ungkap mantan Kapolda Jatim ini.
Nazaruddin masih ditempat yang sama atau sudah pindah? "Itu taktik, tidak bisa disampaikan," jawabnya.
(mpr/lh)











































