Hal tersebut diungkapkan Wafid kepada penyidik di lantai 8 gedung KPK. Wafid mengaku dirinya pernah dipanggil oleh Menpora Andi Mallarangeng di lantai 10 kantor Kemenpora untuk dikenalkan dengan Nazaruddin, Angelina Sondakh dan Mahyuddin. Namun Wafid mengaku tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh empat orang dari Partai Demokrat tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang mereka dibicarakan, namun seingat saya pak menteri hanya mengatakan bahwa 'nanti akan ditindaklanjuti oleh Sesmenpora'. Mendengar pernyataan tersebut saya mengiyakan saja," papar Wafid dalam salah satu dokumen pemeriksaan yang diperoleh detikcom, Selasa (2/8/2011).
Namun Wafid mengaku tidak mengetahui apa maksud permintaan dari Andi tersebut. Yang jelas dari pertemuan tersebut, Wafid akhirnya kenal dengan Angelina dan Mahyuddin. Untuk Nazaruddin, Wafid sudah mengenal mantan bendahara umum demokrat tersebut pada kesempatan sebelumnya.
"Saya tidak menindaklanjuti apapun dan tidak ada langkah-langkah yang saya lakukan terkait hal ini karena saya tidak mengerti apa yang harus ditindaklanjuti," jawab Wafid kepada penyidik.
Atas pernyataan Wafid inilah, penyidik KPK akhirnya menjadwalkan pemeriksaan kepada Andi pada akhir Mei silam. Andi pun memenuhi panggilan tersebut.
"Jadi saya sempat memberikan keterangan kepada KPK. Ada beberapa, pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan, seputar jabatan saya sebagai Menpora, dan juga terutama penganggaran Wisma Atlet," tutur Andi usai menjalani pemeriksaan selama 3 jam di KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (31/5/2011)
(fjr/rdf)
