"Ada bendera Bintang Kejora. Kita simpan dan kita kembangkan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono saat dihubungi detikcom, Senin (1/8/2011).
Selain itu, lanjut Wachyono, barang bukti lain yang ditemukan yakni 3 buah anak panah dari tombak kayu dan tulang kasuari, 4 selongsong peluru double loop. "Itu bukan senjata TNI Polri," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita nggak bisa menyimpulkan apakah yang dulu sama dengan yang sekarang, melakukan kejahatan di tempat yang sama. Tapi bagi kita itu daerah rawan," jelasnya.
Karena itu, tambah Wachyono, Polda Papua berencana mengaktifkan kembali Pos Polisi yang ada di Nafri, Jayapura. Rencana ini akan dilakukan sebelum tanggal 17 Agustus 2011. Hal ini dilakukan untuk mencegah penembakan terulang lagi ke depannya.
Wachyono mengatakan, penyerangan tersebut mengakibatkan 4 orang tewas dan 9 luka-luka. 9 Orang ini juga masih dirawat. "Kan totalnya itu ada 13 orang. 4 Tewas dan 9 luka-luka masih dirawat," jelasnya.
(gus/fay)










































