Tanpa Coret Seragam di Surabaya
Siswa Tak Lulus UAN SMP 1,67%
Senin, 28 Jun 2004 13:18 WIB
Surabaya - Dari 34.099 siswa yang mengikuti UAN SMP di Surabaya, 571 siswa tidak lulus atau sekitar 1,67 persen. Siswa yang lulus tidak melakukan aksi konvoi atau corat-coret seragam karena pengumumannya melalui surat."Kami sudah memberikan surat edaran ke semua kepala sekolah agar pengumuman hari ini dilakukan melalui surat yang diantar kurir ke alamat siswa."Demikian kata Kepala Sub Dinas Pendidikan Menengah Umum (Kasubdin Dikmenum) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Drs Arthur Tinontoan di kantornya jalan Jagir Wonokromo Surabaya, Senin (28/6/2004).Menurut dia, tindakan itu dilakukan untuk menghindari aksi negatif, seperti konvoi dan corat-coret baju seragam dalam kelulusan SMP. Itu sebabnya dibuat kebijakan untuk tidak mengumumkan kelulusan dalam waktu yang bersamaan."Pengumuman kelulusan siang ini jangan sampai ada pengumpulan massa seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga banyak terjadi aksi konvoi dan corat-coret baju yang dapat meresahkan masyarakat," ujar Arthur.Dituturkan dia, dari 34.099 siswa yang mengikuti UAN SMP di Surabaya, sebanyak 571 siswa dinyatakan tidak lulus. Jumlah itu terdiri dari 522 siswa SMP dan 19 siswa madrasah."Mereka dinyatakan gagal memenuhi standar kelulusan dengan nilai minimal 4,01. Sebagian besar para siswa itu gagal dalam mata pelajaran matematika," kata Arthur.Bagi para siswa SMP yang tidak lulus akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan pada tanggal 6-8 Juli 2004.Berdasarkan pantauan di ruas-ruas jalan, memang tidak ada kumpulan para ABG (anak baru gede) berseragam putih biru. Jalanan tampak sepi-sepi saja.
(sss/)











































