Gus Solah Dukung Pak Ud Somasi Hasyim Muzadi

Gus Solah Dukung Pak Ud Somasi Hasyim Muzadi

- detikNews
Senin, 28 Jun 2004 12:27 WIB
Bandung - Rencana KH Yusuf Hasyim menyomasi pihak-pihak mana pun yang mempergunakan gambar ayahandanya KH Hasyim Asy'ari mendapatkan dukungan dari cawapres pasangan Wiranto, H Sholahuddin Wahid, yang juga merupakan cucu pendiri Jam'iyah NU itu."Saya kira itu bagus dan patut didukung," katanya ketika ditanya wartawan usai berbicara di depan forum Silaturahmi Alim-Ulama Jabar, di Hotel Savoy Homann Bandung, Senin (28/6/2004).Gus Solah, panggilan akrabnya, sebetulnya menilai bahwa hal itu merupakan hak dan urusan sepenuhnya Pak Ud, panggilan akrab KH Yusuf Hasyim, pamannya itu. Namun setelah dikejar wartawan bahwa dirinya pun merupakan keluarga besar KH Hasyim Asy'ari, Gus Solah kemudian memberikan jawaban-jawaban pendek. "Saya kira itu bagus," katanya lagi.Untuk diketahui, KH Yusuf Hasyim telah menyatakan akan menyomasi pihak-pihak yang menggunakan foto almarhum untuk dipakai dalam kampanye. Salah satu yang telah menggunakan foto itu adalah pasangan Megawati-Hasyim Muzadi, yang diberikan batas waktu untuk menurunkan gambar itu hingga tanggal 29 Juni 2004 besok. Yusuf Hasyim mengaku Mega-Hasyim tidak pernah meminta izin dan pemakaian foto tokoh itu dinilainya melanggar etika pemilu. Permintaan itu sebetulnya sudah disampaikan sejak pertengahan Juni 2004 lalu ke Panwaslu di Jakarta. Sementara itu ketika ditanya soal dukungan kakak kandungnya, Gus Dur, yang menyarankan warga NU memilih pasangan Wiranto dan dirinya, namun Gus Dur sendiri menyatakan tetap akan golput, Gus Solah lagi-lagi menyatakan bahwa dukungan itu bagus dan berdampak positif bagi pencalonannya. Saat dikejar, apakah bentuk dukungan seperti itu nantinya tidak akan membingungkan warga NU, Gus Solah hanya menjawab pendek, "Tidak," katanya.Pilih Pasangan yang Langgeng Sementara itu saat berbicara di depan para ulama itu, Gus Solah menegaskan bahwa akan lebih baik bagi bangsa Indonesia ini jika memiliki pemimpin yang bisa langgeng dan berkesinambungan. "Artinya, pemimpinnya itu mempunyai kecakapan yang cukup dan juga memiliki dukungan politik yang kuat. Dalam hal ini didukung parpol besar," tegasnya.Gus Solah menilai, jika tahun 2004 Indonesia punya presiden yang tidak ada dukungan real politik yang kuat, tahun 2009 berganti pemimpin lagi, begitu juga di tahun 2014, maka pembangunan di negeri ini tidak akan bisa lancar. Secara khusus, Gus Solah memuji partnernya, Wiranto, yang dinilainya mempunyai kecakapan dan tahan uji. "Boleh dikataka, semua tudingan dan hujatan diarahkan kepada beliau. Tetapi dia ini tetap tegar," katanya lagi.KontroversiKegiatan Gus Solah di Bandung mengundang kontroversi. Pasalnya, jadwal kampanye di kota Bandung hari ini untuk tingkat nasional adalah untuk pasangan SBY-Kalla dan di tingkat provinsi adalah untuk Amien Rais-Siswono. Namun Gus Solah ketika ditanya soal ini berkelit dan menyatakan bahwa dirinya hanya diundang untuk berbicara dalam forum internal partai.Hal senada diungkapkan ketua panitia, Ali Hasan dari Partai Golkar yang menyatakan bahwa dalam kegiatan itu sama sekali tidak diundang pihak luar.Sementara anggota Panwaslu Jabar Teten Setiawan menyatakan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah bukti dan rekaman acara. "Nanti kami pelajari dan rapatkan. Apakah kegiatan ini termasuk pelanggaran kampanye atau tidak," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads