Kasus Sapi Gila Ditemukan Lagi di AS
Sabtu, 26 Jun 2004 16:13 WIB
Jakarta - Seekor binatang di AS terbukti positif mati akibat terjangkit virus sapi gila berdasarkan tes permulaan. Demikian dikatakan jurubicara Departemen Pertanian AS (USDA).John Clifford, deputi administratif USDA, menyatakan para pegawai sudah mempelajari hasil tes permulaan itu. Sedangkan bangkai binatang tadi sudah dikirim ke Laboratorium Dokter Hewan Nasional USDA di Ames, Iowa, untuk melalui tes tambahan. Hasilnya diharapkan keluar 4 sampai 7 hari lagi. Menurutnya, apa pun binatangnya, entah itu sapi, banteng atau lembu jantan, sebelum tes komplet, ada kemungkinan hasil tes berubah menjadi negatif."Binatang yang sedang dalam pengujian tidak memasuki rantai makanan. Kalau positif, kita akan memberikan tambahan informasi mengenai binatang-binatang dan asalnya," ujar Clifford seperti dilansir The Straits Times, Sabtu (26/6/2004).Kalau tes binatang ini hasilnya positif, ini akan menjadi kasus sapi gila kedua yang ditemukan di AS. Pada Desember, ditemukan virus sapi gila di peternakan milik negara di Washington, mengingat lebih dari 50 negara melarang untuk mengimpor daging dari AS.
(nrl/)











































