Menuding Partai Lain di Balik Nazaruddin, Kader PD Rapuh

Menuding Partai Lain di Balik Nazaruddin, Kader PD Rapuh

- detikNews
Minggu, 24 Jul 2011 08:07 WIB
Menuding Partai Lain di Balik Nazaruddin, Kader PD Rapuh
Jakarta - Komentar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok tentang M Nazaruddin yang disembunyikan dan dimanfaatkan oleh partai lain dinilai sebagai bentuk kerapuhan PD. Pernyataan Mubarok ini menunjukkan bahwa pidato SBY ini tidak dijadikan landasan bagi kader PD dalam bertindak.

Di sela-sela Rakornas, Mubarok menyatakan, Nazaruddin bisa begitu santai tampil dari tempat persembunyiannya karena disembunyikan oleh partai yang berkepentingan menggunakan 'jasa' buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

"Dia semakin sembunyi dan disembuyikan oleh orang yang berkepentingan. Kita tidak tau yang jelas dia di sana sengaja digunakan untuk menghancurkan Demokrat. Jadi kalau ada yang mengatakan yang menyembunyikan Demokrat itu gak betul, karena disana sasaran tembaknya Demokrat," kata Mubarok di sela-sela Rakornas PD di Sentul International Conference Centre, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapa yang ingin menghancurkan Demokrat? "Ya partai dong, kalau partai artinya politik. Kan biasa kalau orang balapan udah kesalip, kan pengen nyalip. Pemilu juga begitu, kemarin ada yang kesalip, sekarang pengen nyalip," papar Mubarok.

Pernyataan ini sontak menimbulkan tanda tanya. Terlebih, Ketua Dewan Pembina PD baru saja mengeluarkan arahan agar para kadernya mengeluarkan politik santun dan beretika.

"Saya agak menyangkan ketika SBY sudah menegaskan komunikasi yang santun dan beretika, malah keluar pernyataan yang mencemarkan keadaan. Ini malah menunjukkan kerapuhan, bagaimana ketika diterpa badai mereka gagap," ujar Pengamat Politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya ketika dihbungi detikcom, Sabtu malam (23/7/2011).

Yunarto menilai bahwa seharusnya para kader PD menjadikan momen rakornas ini sebagai cara untuk melakukan introspeksi internal dan meningkatkan konsolidasi antar kader partai. Keadaan ini juga dapat menciptakan suasana yang tidak kondusif demi kepentingan partai.

Sementara itu, Yunarto juga mengomentari tentang pengakuan Nazaruddin yang merasa diancam akan dibunuh. Yunarto menilai, tidak mungkin aksi tersebut dilakukan oleh elite PD.

"Saya kira tidak mungkin apabila elite PD ingin menghilangkan Nazar. Karena apabila ini benar berarti mereka kan sudah tahu dimana posisi Nazar dan juga ini berarti mereka melakukan kebohongan publik yang selama ini mengatakan bahwa tidak mengetahui posisi Nazaruddin," terangnya.



(mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads