"Berkaitan dengan rakornas yang akan digelar besok, kita cukup prihatin selaku fungsionaris partai karena ada isu yang mengarah pada pelanggaran konstitusi yaitu adanya isu KLB. Kita tegaskan di AD/ART PD tidak pernah mengenal yang namanya KLB," kata Sekretaris DPD PD DKI Jakarta Irfan Gani.
Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers bersama 5 DPD PD yakni DPD PD dari Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Barat, DKI dan Aceh yang menolak tegas adanya KLB. Kelima DPD tersebut membawahi sekitar 50 DPC.Β
Irfan menambahkan, kelima DPD PD tersebut mendukung sepenuhnya Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Saat rakornas digelar, menurutnya, mereka sudah mempunyai agenda yaitu mengkoordinasi semua DPC dan DPD PD yang ada di seluruh Indonesia untuk mematangkan agenda politik terutama untuk tahun 2014.
"Kita mendesak DPP PD untuk melakukan introspeksi terhadap oknum-oknum yang melanggar konstitusi partai dan etika. Kita juga mendesak penegak hukum untuk menangkap Nazaruddin karena telah merusak nama institusi partai dan mencemarkan nama baik ketum kita, Anas Urbaningrum," tuturnya.
Dia menyatakan, Nazaruddin yang selama ini selalu meniupkan tudingan-tudingan kepada PD dan Anas adalah orang yang tidak cakap berkomentar. Karena itu Irfan mendorong penegak hukum agar segera menangkap dan membuktikan kebenaran tudingan Nazar.
Irfan berpendapat, jika ada kader yang menyeruakan KLB, maka itu sah-sah saja. Itulah yang mencerminkan indahnya demokrasi. Namun dia menegaskan, PD tidak mengenal istilah KLB.
"Kita mendukung Anas sepenuhnya sesuai kongres di Bandung tahun lalu. Mereka yang menyerukan itu mungkin tidak memahami. Tugas kitalah yang akan memberi penjelasan," sambungnya.
Dia menegaskan akan melawan orangt-orang yang menyerukan KLB. "Kalau ada yang coba mengarahkan KLB, kalau istilah Betawinya 'ini kampung kite, kurang ajar kita hajar'," ucap Irfan berapi-api.
Ketua DPD PD Sumatera Barat Jose Rizal dalam kesempatan yang sama mengatakan, sejauh ini kader di daerah sangat solid, termasuk kader PD di Sumbar. "Kita tidak mendukung istilah KLB," ucap dia.
Ketua DPC PD Puworejo, Abdullah, menyatakan hal yang sama. Menurut dia di daerah sangat solid dan patuh terhadap arahan Ketua Dewan Pembina PD, SBY. "Di daerah, arus kepemimpinan Pak Anas sangat kuat. Kita menolak KLB," kata Abdullah.
Sementara itu, salah satu Ketua DPC PD di Jakarta Pusat Taufiqqurahman menyatakan tidak ada politik uang kala Kongres PD digelar di Bandung tahun lalu. "Saya sebagai peserta kongres menegaskan tidak ada money politics. Tidak benar Pak Anas menebar-nebar uang," ujarnya.
(vit/nrl)











































