"Kalau waktu bisa putar tentu cerita berbeda. Nazar jadi Bendum karena dukungan dari tim formatur, sebenarnya saya kurang sreg," ujar Anas saat diwawancarai oleh TVOne, Kamis (21/7/2011) malam.
Menurut Anas, ada alasan mengapa dia kurang begitu setuju dengan penempatan Nazaruddin sebagai Bendum PD. Menurut Anas ada informasi yang membuatnya kurang senang dengan Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan tersebut, Anas juga membantah bila istrinya Athiyyah Laila kecipratan proyek BUMN. Anas siap bila dilakukan pengusutan kepada istrinya.
"Sederhana saja, kalau ada pelanggaran hukum silahkan di proses. Sesederhana itu kok," imbuhnya.
Sebelumnya, artikel headline di 'Koran Tempo' edisi Jumat (15/7/2011) berjudul 'Perusahaan Istri Anas Kebagian Proyek BUMN'. Dalam artikel itu disebutkan Athiyyah Laila menjadi komisaris dan pemegang sagham PT Dutasari Citralaras yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa.
PT Dutasari disebutkan terlibat bisnis dengan BUMN konstruksi PT Adhi Karya. Dalam laporan keuangan PT Adhi Karya tahun 2009 dan tahun 2010, PT Adhi Karya memiliki utang ke PT Dutasari Rp 64,49 miliar pada tahun 2008 dan berkurang menjadi Rp 20,13 miliar pada tahun berikutnya, dan Rp 3,9 miliar pada tahun 2010.
(her/asp)











































