"Saya miris dan takjub juga dengan keberanian diplomat asing menyampaikan itu. Berarti ini kita ini rawan terhadap pesanan-pesananan asing," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/7/2011).
Wakil Ketua DPR ini juga mengaku sedih, pada saat Indonesia sedang membangun sebuah demokrasi, "Diplomat asing masih berkeinginan mempengaruhi dengan pesan-pesan khusus terkait kepemimpinan kita ke depan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya apakah Komisi I DPR perlu memanggil Menteri Luar Negeri untuk memverifikasi masalah itu, Priyo berucap pendek. "Lihat saja nanti," ujarnya.
Selasa (19/7) kemarin Ketua Persatuan Purnawirawan TNI-AD (PPAD) Letjen Purn Soerjadi mengungkapkan, sejumlah purnawirawan TNI AD didekati perwakilan negara asing untuk mendukung Sri Mulyani maju dalam pemilihan presiden 2014. Perwakilan asing itu disebutkan dari sebuah kedutaan besar.
"Kira-kira 2 atau 3 tiga minggu yang lalu beberapa perwira TNI AD diprovokasi untuk mencalonkan Sri Mulyani oleh salah satu orang asing dari kedutaan," ujar Soerjadi.
Soerjadi tidak menjelaskan secara rinci kedutaan mana yang dimaksud. Namun dia menjelaskan ada juga permintaan dari mereka untuk memasangkan mantan Menkeu itu dengan pensiunan tentara.
"Lalu ada embel-embelnya mesti didampingi oleh tentara, intinya ya kalau dari kandang macan jangan masuk kandang buaya lagilah," ujar wakil KSAD tahun 90-an ini.
Namun, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono membantah kabar itu. Dia menegaskan TNI tetap netral. "Tidak ada, perwira kumpul biasa apel pagi, kemudian apel siang. Ora ono, nggak ada," ujar Panglima.
Menurut Panglima, TNI tidak ikut dukung mendukung untuk Pilpres maupun Pemilu legislatif. Sesuai aturan, TNI tetap netral. "Kalau diminta ya tidak kita ikuti, wong namanya netral," tegas dia.
(lrn/rdf)











































