Brankas Uang Seberat Setengah Ton Dibawa Kabur Perampok

Brankas Uang Seberat Setengah Ton Dibawa Kabur Perampok

- detikNews
Jumat, 25 Jun 2004 19:22 WIB
Solo - Sebuah perampokan terjadi di sebuah dealer sepeda motor dan mobil di Sragen, Jawa Tengah, Jumat (25/6/2004). Setelah menyekap satpam, mereka nekat membawa pergi brankas uang seberat 500 kg. Mereka juga sudah menyiapkan peralatan khusus untuk membongkar brankas yang diikat dengan besi beton ke dalam lantai.Kawanan perampok itu beraksi di Dealer Suzuki Sun Motor di Jl. Raya Sukowati km 2 Sragen, Jumat dinihari sejak sekitar pukul 02.30 hingga 05.00 WIB. Mereka terlebih dulu menyekap dua penjaga malam (satpam) Sudarto dan Agus Supriyanto yang saat itu tengah berada di ruang loby.Menurut keduanya, saat itu terdengar pintu depan yang terbuat dari kaca berbingkai alumunium, dicongkel oleh tiga orang pria berkedok. Saat kedua satpam ini hendak mendekat, tiga orang itu sudah melompat masuk dan mengepung dengan golok teracung. Kedua satpam itu lalu diikat tangan dan kakinya dengan tali, sedangkan mulut dan mata mereka ditutup dengan plester lakban.Meskipun dalam kondisi mata tertutup, keduanya merasakan para perampok itu bergerak dengan cepat dan cekatan, padahal cahaya di dalam ruangan dealer tersebut saat itu sangat terbatas. Ketiga orang itu tedengar bergerak menuju ruangan kasir, tempat brankas uang berada. "Kami juga mendengar salah satu dari mereka memanggil temannya dengan menggunakan HP," kata Sudarto.Tidak berselang lama, langkah beberapa orang terdengar memasuki dealer itu. Oleh Sudarto dan Agus, dari suaranya satu di antara yang baru datang dikenali sebagai perempuan, namun keduanya tidak bisa memastikan peran perempuan itu dalam aksi perampokan tersebut. "Semua pelaku kira-kira delapan hingga sepuluh orang," papar Sudarto.Brankas itu dipasang permanen dengan cara dicor pada lantai tetap saja dibongkar oleh kawanan. Dengan menggunakan gurinda, elektrik mereka memutuskan besi beton yang ditanamkan ke lantai. Dari bekas yang tertinggal, terlihat para perampok cukup mahir menggunakan peralatan itu. Seketika itu juga mereka membawa kabur sebuah brankas seberat 500 kg yang berisi uang tunai Rp 50 juta, cek senilai Rp 50 juta, 21 BPKB, 7 buah sertifikat tanah dan surat berharga lainnya.Perampok baru keluar dari dealer sekitar pukul 05.00 WIB. Saksi korban ingat bahwa mereka keluar bersamaan dengan sirine di Pabrik Gula Mojo, yang biasa berbunyi pada pukul 05.00 WIB. Setelah merasa aman, kedua saksi korban berusaha lolos dari ikatan dan setelah itu melapor ke polisi.Pagi harinya, aparat Polres Sragen mengumpulkan sidik jari dari seluruh karyawan dealer. Upaya itu dilakukan untuk memilah sidik jari karyawan dengan pelaku yang ditemukan di banyak tempat di lokasi kejadian. "Bukan tidak mungkin pelakunya adalah orang yang sangat memahami dan mengenali situasi di tempat kejadian," ujar Kaurbinops Sat Reskrim Polres Sragen, Iptu Y Subandi. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads