"Datang saja ke KPK minta diperiksa. Anas harus melakukan langkah tegas, komitmen Anas dalam penegakkan hukum membantu memulihkan citra Anas yang hancur," kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi saat dihubungi detikcom, Rabu (20/7/2011).
Burhanudin melihat Anas terlalu lamban dalam merespons serangan politik pada dirinya. Padahal serangan itu jelas menusuk jantung kredibilitasnya. Kalau dibiarkan, keraguan publik akan muncul terhadap Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di KPK Anas bisa menjelaskan dana yang dia peroleh saat kongres di Bandung, dan juga dana-dana yang selama ini digunakan untuk membiayai dirinya. Anas harus bisa membuktikan dirinya bersih.
"Pidato SBY kemarin itu kan sebenarnya mengandung makna, garansi kepada Anas diberikan kalau dia bisa melakukan soliditas. Tapi kalau dihantam terus dan Anas diam saja, lama-lama serangan politis itu bisa menjadi pintu masuk," urainya.
Serangan kepada Anas ini merupakan pemanasan menjelang Rakornas PD 23 Juli mendatang. "Anas juga harus sadar, kursi yang diduduki Anas sangat panas, kursi Ketum partai pemenang pemilu. Dan Demokrat tidak ada putra mahkota untuk 2014, banyak pihak yang mengincar posisi itu," imbuhnya.
Dalam sesi wawancara dengan Metro TV Selasa (19/7) sore, Nazar begitu berapi-api membeberkan peranan Anas dalam kasus dugaan suap Kemenpora. Nazar juga menceritakan aliran dana saat Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu yang memenangkan Anas.ο»Ώ
(ndr/vit)











































