"Tidak ada yang melindungi. Siapa coba yang melindungi? Tidak ada itu," kata Ketua DPP PD bidang ekonomi, Sutan Bhatoegana, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/7/2011).
Menurut dia, kalaupun ada kader PD yang terkesan melindungi Nazaruddin, hal tersebut bukan karena adanya kepentingan tertentu. Itu karena didorong rasa solidaritas saja.
"Itu cuma solidaritas saja, karena satu partai. Bukan berarti ada sesuatu. Cuma solidaritas,," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah politisi PD yang terkesan melindungi Nazaruddin akan dievaluasi?
"Evaluasi apa? Kok solider dilarang. Tidak ada itu melindungi-melindungi," jawab Sutan yang juga tim investigasi yang pernah berhasil menemui Nazar di Singapura beberapa waktu lalu.
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat (PD) yang akan dilangsungkan pada 23-24 Juli mendatang mengusung tema 'Konsolidasi dan Perbaikan'. Dalam Rakornas tersebut kader partai bermasalah terkait kasus korupsi juga akan dievaluasi.
"Tentu akan ada evaluasi untuk kader-kader bermasalah seperti itu. Itukan sesuai dengan tema untuk perbaikan," ujar Sekretaris Dewan Kehormatan PD, Amir Syamsuddin kepada detikcom, Selasa (19/7/2011).
Amir menyebut, kader bermasalah tersebut misal untuk kasus Nazaruddin. Menurutnya ada beberapa kader PD yang terkesan melindungi buronan KPK itu.
"Kita akan lihat motifnya apa? Bisa saja dia melindungi karena memiliki kepentingan tertentu atau sekadar rasa solidaritas. Kalau ada kepentingan tertentu akan kita telusuri, kepentingannya apa," terangnya.
Setelah Rakornas, evaluasi dan monitoring terus akan dilakukan. Evaluasi akan dilakukan oleh DPP PD, sedangkan monitoring akan dilakukan oleh Dewan Kehormatan.
"Evaluasi dan monitoring akan kita terus lakukan, karena Rakornas kan hanya dua hari. Jadi ke depannya kita lakukan penguatan terus menerus. Kita akan kuatkan DPP," imbuhnya.
(her/lh)










































