"Ada negara tertentu yang tak mau memberikan informasi siapa yang keluar masuk negara mereka kecuali atas izin mereka. Ada negara yang seperti itu. Jadi tidak mudah," ujar Menkum HAM Patrialis Akbar di Gedung DPR, Senayan, Kamis (14/7/2011).
Patrialis mencontohkan negara Hongkong. Menurutnya Hongkong mempunyai aturan sendiri untuk memberitahukan catatan orang yang keluar masuk negara itu.
"Karena mereka menjaga reputasi supaya orang mereka terlindungi. Itu menurut pemerintah Hongkong ya kita hormati. Tidak apa-apa," katanya.
Sebelumnya, Patrialis menuturkan mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin telah melalui sejumlah kota di Asia di tengah pelariannya. Nazaruddin sempat menginjakkan kakinya ke Guangzhou di China.
"Waktu tanggal 20 Juni itu informasinya ada di Ho Ci Minh (Vietnam). Jadi ada perjalanan ke sana ke Ghuangzhou (China), Kuala Lumpur, tapi terakhir posisi dia di mana kita nggak tahu," kata Patrialis, Selasa (12/7).
(nal/nal)











































